Penerjemah-di-Citeureup

Penerjemah-di-Citeureup

Call 021 44 206 206 | 021 44 424 424 | 0813 1920 1920 | 0818 0780 9009 | Email: pusatpenerjemah@gmail.com

 

Anda tinggal di Citeureup, perusahaan anda di Citeureup, sekolah di Citeureup? butuh penerjemah tersumpah bahasa di daerah dan wilayah Citeureup? Anda mencari Call – 021 44 206 206 – Interpreter bahasa untuk kota, wilayah dan daerah Citeureup? Kami siap membantu anda dan memberikan solusi kepada Anda dengan cara yang mudah, hemat dan cepat dengan layanan terjemahan atau interpreting bahasa asing, tidak ada batas tempat dan waktu saat ini, dapatkan pelayanan terbaik dari tim kami, silahkan hubungi kami atau cukup dengan mengirim pesan via email, tim kami siap melayani Anda di wilayah, kota, daerah Citeureup.

 

[Hallo Bogor]

1.400 Warga Citeureup Terjangkit ISPA Akibat Asap Industri

Bogor, Pelita

Sedikitnya 1.400 dari 85.000 warga Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor dinyatakan telah terjangkit Inspeksi Saluran Pernafasan (ISPA) akibat pengaruh dari asap industri diwilayah itu . Penyakit yang menyerang paru -paru ini menduduki peringkat pertama yang menyerang warga di Kecamatan Citeureup, Setelah diare, Dermatitis, Tuber Colose (TBC) .

Berdasarkan data yang tertulis di Puskesmas Citeureup, dari 14 desa yang ada di Kecamatan Citeureup, tercatat lima desa yang menjadi endemis ISPA, yaitu Desa Karang Asem Barat, Karang Asem Timur, Puspa Sari, Puspa Negara, dan Desa Citeureup sendiri. Mayoritas para penderitanya sendiri, 10 persen adalah anak-anak kecil antara usia 0-5 tahun alias balita.

Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat (Yankesmas) UPTD Citeureup, Dr. Yessi Desputri, saat dikonfirmasi hal tersebut mengatakan, penyakit ISPA disebabkan oleh banyak faktor yang mendukung seseorang terkena penyakit ini, seperti efek buruk dari lingkungan masyarakat itu sendiri, asap kendaraan bermotor, asap yang ditimbulkan oleh pabrik atau industri, malah bisa juga akibat perilaku hidup yang kurang sehat dari masyarakat itu sendiri.

Multifaktor yang dapat mendukung terjadinya ISPA adalah lingkungan yang kurang sehat seperti, efek asap yang ditimbulkan oleh industri yang ada di lingkungan Citeureup, dan asap kendaraan bermotor, ujarnya.

Grafik mingguan yang diperlihatkan pihak Puskesmas kepada bogorOnline menunjukan tingkat pengidap penyakit ISPA di Kecamatan Citeureup mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun peningkatan tersebut sering terjadi saat perubahan musim.

Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh seseorang akan menurun pada saat itu. Data pengidap ISPA di Puskesmas kami boleh terbilang ada peningkatan setiap tahunnya. Namun peningkatan itu terjadi saat Pancaroba saja, karena biasanya pada massa itu daya tahan tubuh melemah, jelasnya.

Dijelaskannya, biarpun presentase pengidap ISPA di daerah Citeureup ini tiap tahunnya mengalami peningkatan, namun hal tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Jumlah angka 1.400 warga yang terjangkit ISPA belum bisa dikatakan sebagai Kejadian Luar Biasa, karena hal itu dianggap tidak ada berdasarkan lonjakan yang cukup signifikan dari tahun ke tahunnya, katanya.

Berbagai penyuluhan sudah dilakukan Dinas Kesehatan UPTD Citeureup, dari penyuluhan umum, seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Penyuluhan keliling (Pusling) ke desa-desa, hingga penyuluhan face to face yaitu penyuluhan yang sengaja dilakukan langsung ke rumah-rumah warga untuk mengecek tingkat kebersihan dan kesehatan lingkungan warga Citeureup.

Ada program yang sudah dan sedang dilakukan kami selaku Dinas Kesehatan, yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program ini dilakukan mengingat masih banyak warga kami yang belum sadar akan kebersihan.

Misalnya mengenai jarak sumur dan jamban yang terlalu dekat, kurangnya ventilasi udara, dan sebagainya. Perilaku tersebut jelas mendukung mereka untuk mudah terjangkiti penyakit, terlebih mereka berada di kawasan industri, tandasnya. (don/ck-58)

http://www.pelita.or.id/baca.php?id=41765

pusat penerjemah