Penerjemah Translator Resmi Tersumpah Sertifikat Ijazah Rapor Diploma Transkip Daftar Nilai TK SD SMP SMU Universitas Bahasa Jerman Indonesia Jerman

Call 021 44 424 424 | 021 44 206 206 | 0813 1920 1920 |pusatpenerjemah@gmail.com

Penerjemah Translator Resmi Tersumpah Sertifikat Ijazah Rapor Diploma Transkip Daftar Nilai TK SD SMP SMU Universitas Bahasa Indonesia Inggris, Arab, India, Yunani, Mandarin, Jerman, Swedia, Rusia, Jepang, China, Korea, Filipina, Thailand, Belanda, Perancis, Spanyol, Portugis, Polandia, Urdu, Turki, Itali dan bahasa asing lainnya.

Berikut adalah kata-kata yang terdapat dalam sebuah dokumen Sertifikat Ijazah Rapor Diploma Transkip Daftar Nilai SD SMP SMU Universitas: Nama Negara, Departemen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, nama sekolah/universitas/perguruan tunggi, nama Kepala Sekolah, Direktur, Rektor, Dekan, Kepala Jurusan, nama siswa, pelajar, mahasiswa, mahasisiwi, nomor induk/pendaftaran/registrasi siswa, nomor daftar sekolah/universitas, tempat dan tanggal lahir siswa, bidang pendidikan, jurusan, program studi, spesialisasi, gelar, daftar nilai, mata kuliah, rata-rata nilai, sks, bobot, semester ganjil/genap, kelas, tahun ajaran, tahun akademik, naik/tidak naik kelas, lulus/tidak lulus, IPK, indeks prestasi kumulatif, total nilai, keterangan siswa, pesan/catatan guru/dosen/wali murid, keterangan, nilai minimal yang harus dicapai/diperoleh, skripsi, tugas, makalah, sidang, kelulusan, tahun masuk, tahun lulus, gelar pendidikan, gelar sarjana, diploma, master, doktor, professor.

Pendidikan di Indonesia

http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_di_Indonesia

 

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel ini adalah bagian dari seri

Pendidikan di Indonesia

Logo Tut Wuri Handayani.svg

Pendidikan anak usia dini

Taman kanak-kanak

Raudatul athfal

Kelompok bermain

Pendidikan dasar (Kelas 1-6)

Sekolah dasar

Madrasah ibtidaiyah

Kelompok belajar Paket A

Pendidikan dasar (Kelas 7-9)

Sekolah menengah pertama

Madrasah tsanawiyah

Kelompok belajar Paket B

Pendidikan menengah (Kelas 10-12)

Sekolah menengah atas/kejuruan

Madrasah aliyah/kejuruan

Kelompok belajar Paket C

Pendidikan tinggi

Perguruan tinggi:

Akademi

Institut

Politeknik

Sekolah tinggi

Universitas

Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud), dahulu bernama Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas). Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Search Wikisource              Wikisumber memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003

Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi.

Daftar isi

1 Sejarah

2 Jenjang

2.1 Pendidikan anak usia dini

2.2 Pendidikan dasar

2.3 Pendidikan menengah

2.4 Pendidikan tinggi

3 Jalur pendidikan

3.1 Pendidikan formal

3.2 Pendidikan nonformal

3.3 Pendidikan informal

4 Jenis

4.1 Pendidikan umum

4.2 Pendidikan kejuruan

4.3 Pendidikan akademik

4.4 Pendidikan profesi

4.5 Pendidikan vokasi

4.6 Pendidikan keagamaan

4.7 Pendidikan khusus

5 Kurikulum

5.1 Kurikulum 2013

6 Waktu belajar

7 Tingkat

7.1 Prasekolah

7.2 Sekolah dasar

7.3 Sekolah menengah pertama

7.4 Sekolah menengah atas

7.5 Pendidikan tinggi

8 Referensi

9 Lihat pula

10 Pranala luar

Sejarah

Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi penduduk Hindia-Belanda (cikal bakal Indonesia), meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas. Sistem yang mereka perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada sekarang, dengan tingkatan sebagai berikut:

Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar bagi orang Eropa

Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar bagi pribumi

Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama

Algemeene Middelbare School (AMS), sekolah menengah atas

Sejak tahun 1930-an, Belanda memperkenalkan pendidikan formal terbatas bagi hampir semua provinsi di Hindia Belanda.

Jenjang

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

Pendidikan anak usia dini

Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. o

Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) yaitu Sekolah Dasar (SD) selama 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama 3 tahun. Pendidikan dasar merupakan Program Wajib Belajar.

Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) selama 3 tahun waktu tempuh pendidikan.

Pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Kelas       Usia

Taman kanak-kanak

Kelompok bermain              4

Kelompok A          5

Kelompok B           6

Sekolah dasar

Kelas 1   7

Kelas 2   8

Kelas 3   9

Kelas 4   10

Kelas 5   11

Kelas 6   12

Sekolah menengah pertama

Kelas 7   13

Kelas 8   14

Kelas 9   15

Sekolah menengah atas/kejuruan

Kelas 10                 16

Kelas 11                 17

Kelas 12                 18

Akademi/Institut/Politeknik/Sekolah tinggi/Universitas

Sarjana   berbagai usia (selama kurang lebih 4 tahun)

Magister                berbagai usia (selama kurang lebih 2 tahun)

Doktor    berbagai usia (selama kurang lebih 2 tahun)

Jalur pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.

Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.

Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab.

Jenis

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah kejuruan ini memiliki berbagai macam spesialisasi keahlian tertentu.

Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional.

Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama.

Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk sekolah luar biasa/SLB).

Kurikulum

Lihat pula: Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Jenis ilmu               Mata pelajaran     Jenjang (kelas)

#              Nama      #              Nama      SD           SMP        SMA

1              2              3              4              5              6              7              8              9              10           11 (IPA) 12 (IPA)       11 (IPS) 12 (IPS)

1              Ilmu Pendidikan   1              Agama    2

2              Kewarganegaraan

3              Jasmani dan Kesehatan

4              Teknologi Informatika dan Komunikasi

2              Ilmu Bahasa (dan Sastra)     1              Bahasa Indonesia                 6              4

2              Bahasa Inggris       2

3              Bahasa Daerah      2

4              Bahasa Asing

3              Ilmu Alam              1              Matematika           6              4              6              2

2              Fisika      3              n/a

3              Biologi    3              2              3              n/a

4              Kimia      n/a          3              6              n/a

4              Ilmu Sosial             1              Sejarah   2              1              3

2              Geografi                 2              3              n/a          7

3              Ekonomi

4              Sosiologi                n/a          2              n/a          3

5              Ilmu Seni (dan Budaya)       1              Seni Musik             1              n/a

2              Seni Rupa

3              Seni Keterampilan

4              Seni Tari

Total jam mata pelajaran     42

Jumlah mata pelajaran        13           16           13

Keterangan

Mata pelajaran Fisika dan Biologi tingkat jenjang sekolah dasar dan menengah pertama digabungkan menjadi Ilmu Pengetahuan Alam.

Mata pelajaran Ekonomi dan Geografi tingkat jenjang sekolah dasar dan menengah pertama digabungkan menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial.

Mata pelajaran Seni Rupa, Seni Musik, Seni Keterampilan dan Seni Tari tingkat jenjang sekolah dasar dan menengah pertama digabungkan menjadi Seni Budaya dan Keterampilan (dahulu Kerajinan Tangan dan Kesenian).

Kurikulum 2013

Jenis ilmu               Mata pelajaran     Jenjang (kelas)

#              Nama      #              Nama      SD [1]     SMP [2] SMA [3]

1              2              3              4              5              6              7              8              9              10           11           12

1              Ilmu Pendidikan   1              Agama    4              3              2

2              Pancasila dan Kewarganegaraan       6              2

3              Jasmani dan Kesehatan       4              2

4              Prakarya                n/a          2

2              Ilmu Bahasa (dan Sastra)     1              Bahasa Indonesia                 6              4

2              Bahasa Inggris       n/a          4

3              Ilmu Alam              1              Matematika           6              4

2              Fisika      n/a          1.5          2              n/a

3              Biologi    n/a          1.5          2              n/a

4              Ilmu Sosial             1              Sejarah   n/a          1              2

2              Geografi                 n/a          1              n/a

3              Ekonomi                 n/a          1              n/a

5              Ilmu Seni (dan Budaya)       1              Seni Musik             1

2              Seni Rupa              1

3              Seni Keterampilan               1              n/a

4              Seni Tari                 1              n/a

6              N/A         1              Peminatan Akademik          n/a          2

2              Kelompok Peminatan          n/a          16

Total jam mata pelajaran     30           36           42

Jumlah mata pelajaran        6              8              10           14

Kelompok Peminatan

#              Ilmu Alam              Ilmu Sosial             Ilmu Bahasa dan Sastra        Total jam

1              Matematika           Sejarah   Bahasa Indonesia                 4

2              Fisika      Geografi                 Bahasa Inggris       4

3              Biologi    Ekonomi                 Bahasa Daerah      4

4              Kimia      Sosiologi                Bahasa Asing         4

Waktu belajar

Sebagian besar sekolah di Indonesia memulai tahun pelajarannya pada bulan Juli. Satu tahun pelajaran dibagi ke dalam dua semester. Semester ganjil dimulai dari Juli sampai dengan Desember dan semester genap dari Januari sampai dengan Juni.

Posisi semester pada libur lebaran   Semester ganjil     Semester genap

Awal       Berakhir                 Awal       Berakhir

Ganjil      Awal Juli                 Pertengahan pertama Desember     Awal Januari          Akhir Juni

Genap    Akhir Juli                Pertengahan pertama Desember     Awal Januari          Pertengahan pertama Juli

Tahun ajaran         Semester ganjil     Semester genap   Liburan lebaran    Liburan natal         Liburan semester ganjil      Liburan semester genap

21 minggu             21 minggu + 4 minggu         2 minggu                2 minggu                1 minggu                1 minggu

2013-2014            8 Jul – 14 Des        6 Jan – 28 Jun        5 Agus – 17 Agus 23 Des – 4 Jan       16 Des – 21 Des    30 Jun – 5 Jul

2014-2015            7 Jul – 13 Des        5 Jan – 27 Jun        21 Jul – 2 Agus      22 Des – 3 Jan       15 Des – 20 Des    29 Jun – 4 Jul

2015-2016            27 Jul – 19 Des      4 Jan – 26 Jun        13 Jul – 25 Jul        21 Des – 2 Jan       6 Jul – 11 Jul          28 Jun – 3 Jul

2016-2017            19 Jul – 11 Des      3 Jan – 25 Jun        5 Jul – 17 Jul          20 Des – 1 Jan       13 Des – 18 Des    4 Jul – 9 Jul

2017-2018            11 Jul – 10 Des      2 Jan – 7 Jul            20 Jun – 2 Jul

11 Jun – 23 Jun     19 Des – 31 Des    12 Des – 17 Des    9 Jul – 14 Jul

Keterangan:

Yang ditambah 4 minggu adalah selama libur Pra-ujian (2 kali), ujian serta libur bervariasi pada semester genap.

Jenjang   Lama waktu (menit) per mata pelajaran

Prasekolah            35

Sekolah dasar       40

Sekolah menengah              45

Sekolah tinggi       50

Tingkat

Prasekolah

Dari kelahiran sampai usia 3 tahun, kanak-kanak Indonesia pada umumnya tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal. Dari usia 3 sampai 4 atau 5 tahun, mereka memasuki taman kanak-kanak. Pendidikan ini tidak wajib bagi warga negara Indonesia, tujuan pokoknya adalah untuk mempersiapkan anak didik memasuki sekolah dasar. Dari 49.000 taman kanak-kanak yang ada di Indonesia, 99,35% diselenggarakan oleh pihak swasta[4]. Periode taman kanak-kanak biasanya dibagi ke dalam “Kelas A” (atau Nol Kecil) dan “Kelas B” (atau Nol Besar), masing-masing untuk periode satu tahun.

Sekolah dasar

Kanak-kanak berusia 6–11 tahun memasuki sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI). Tingkatan pendidikan ini adalah wajib bagi seluruh warga negara Indonesia berdasarkan konstitusi nasional. Tidak seperti taman kanak-kanak yang sebagian besar di antaranya diselenggarakan pihak swasta, justru sebagian besar sekolah dasar diselenggarakan oleh sekolah-sekolah umum yang disediakan oleh negara (disebut “sekolah dasar negeri” atau “madrasah ibtidaiyah negeri”), terhitung 93% dari seluruh sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah yang ada di Indonesia[5]. Sama halnya dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Australia, para siswa harus belajar selama enam tahun untuk menyelesaikan tahapan ini. Beberapa sekolah memberikan program pembelajaran yang dipercepat, di mana para siswa yang berkinerja bagus dapat menuntaskan sekolah dasar selama lima tahun saja.

Sekolah menengah pertama

Sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) adalah bagian dari pendidikan dasar di Indonesia. Setelah tamat dari SD/MI, para siswa dapat memilih untuk memasuki SMP atau MTs selama tiga tahun pada kisaran usia 12-14. Setelah tiga tahun dan tamat, para siswa dapat meneruskan pendidikan mereka ke sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), atau madrasah aliyah (MA).

Sekolah menengah atas

Sebuah sekolah menengah atas negeri di Jakarta

Di Indonesia, pada tingkatan ini terdapat tiga jenis sekolah, yaitu sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah (MA). Siswa SMA dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, sedangkan siswa SMK dipersiapkan untuk dapat langsung memasuki dunia kerja tanpa melanjutkan ke tahapan pendidikan selanjutnya. Madrasah aliyah pada dasarnya sama dengan sekolah menengah atas, tetapi porsi kurikulum keagamaannya (dalam hal ini Islam) lebih besar dibandingkan dengan sekolah menengah atas.

Jumlah sekolah menengah atas di Indonesia sedikit lebih kecil dari 9.000 buah[6].

Pendidikan tinggi

Setelah tamat dari sekolah menengah atas atau madrasah aliyah, para siswa dapat memasuki perguruan tinggi. Pendidikan tinggi di Indonesia dibagi ke dalam dua kategori: yakni negeri dan swasta. Kedua-duanya dipandu oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Terdapat beberapa jenis lembaga pendidikan tinggi; misalnya universitas, sekolah tinggi, institut, akademi, dan politeknik.

Ada beberapa tingkatan gelar yang dapat diraih di pendidikan tinggi, yaitu Diploma 3 (D3), Diploma 4 (D4), Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), dan Strata 3 (S3).